Abstract :
Faktor yang mempengaruhi proses pengadukan beton adalah waktu
pengadukan. Waktu pengadukan beton yang tepat dapat meningkatkan kualitas
beton dan kekuatannya. Penelitian ini akan dilakukan dengan melakukan
percobaan pengujian beton pada variasi waktu pengadukan tertentu. Harapan dari
hasil penelitian ini adalah untuk menyajikan informasi mengenai waktu
pengadukan beton yang tepat untuk menciptakan campuran beton yang
berkualitas dan memiliki kekuatan yang memenuhi standar. Teknik penelitian
yang diterapkan adalah pendekatan eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan
dengan mengkomparasikan beton rencana dengan kekuatan fc 20,75 Mpa (K 250)
melalui variasi waktu pengadukan selama 5, 10, dan 15 menit. Beton tersebut
akan mengalami evaluasi melalui uji kekuatan tekan untuk mengevaluasi tahan
lama beton. Melalui pengamatan terhadap beton yang diuji, diharapkan dapat
dipahami dampak dari variasi waktu pengadukan terhadap kuat tekan beton.
Nilai kuat tekan beton minimal yang ingin dicapai yaitu k-200 pada umur
beton 28 hari mencapai target. Massa beton yang didapat pada umur beton 28 hari
dengan menggunakan variasi waktu pengadukan 5 menit, mendapatkan nilai
massa beton rata-rata 214,40 kg/cm² atau 85,76%, variasi waktu pengadukan 10
menit, nilai massa beton rata-rata adalah 218,85 kg/cm² atau 87,54% dan variasi
waktu pengadukan 15 menit, nilai massa beton rata-rataadalah 213,87 kg/cm² atau
85,55%.Pengaruh dari variasi waktu pengadukan beton dapat meningkatkan dan
juga menurunkan kualitas pada beton. Semakin lama waktu pengadukan beton
maka akan membuat kesempatan kehilangan air dalam adukan meningkat, hal
inilah yang mempengaruhi penurunan terhadap kuat tekan beton.Nilai kuat tekan
tertinggi terdapat pada variasi waktu pengadukan 10 menit umur 28 hari dengan
nilai kuat tekan rata-rata sebesar 218,85 kg/cm².