Abstract :
Tugas akhir ini merupakan studi eksperimen (penelitian laboratorium)
dengan judul pengaruh penggunaan abu sekam padi (rice husk ash) sebagai upaya
pengurangan penggunaan semen portland pada beton normal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu sekam
padi untuk mengurangi penggunaan semen terhadap kuat tekan beton. Dalam
penelitian ini digunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 30 cm,
diameter 15 cm. Bahan-bahan yang digunakan adalah pasir dari sungai Puna, batu
pecah dari sungai Puna, semen Portland tipe I merek tonasa, air diambil dari
Laboratorium Beton Fakultas Teknik Universitas Sintuwu Maroso Poso, bahan
variasi abu sekam padi dengan variasi 0 %, 2,5 %, 5%, dan 7,5 % dari volume
agregat kasar yang digunakan jumlah setiap sampel sebanyak 3 sampel setiap
variasi, dengan menggunakan umur beton 7 hari dan 28 hari, sehingga total benda
uji adalah 24 sampel.
Dari hasil pengujian ini membuktikan bahwa penggunaan abu sekam padi
dapat digunakan sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan semen Portland
terhadap kuat tekan, Untuk nilai kuat tekan di umur 7 hari untuk 2,5% naik sebesar
2,98% dari beton normal, untuk 5% naik sebesar 4,85%,dan untuk 7,5% menurun,
sementara untuk kuat tekan di umur 28 hari untuk 2,5% naik sebesar 1,43%,untuk
5% naik sebesar 2,67%, dan untuk 7,5% menurun. Maka Untuk desain proporsi
campuran penggunaan variasi abu sekam padi (rice husk ash) yang optimum terjadi
pada variasi rice husk ash (RHA) 5%, dengan nilai kuat tekan (f?c) yang
dihasilkan sebesar 14,06 Mpa atau 4,85% dari beton normal pada umur 7 hari dan
nilai kuat tekan (f?c) yang dihasilkan sebesar 21,50 Mpa atau 2,67% dari beton
normal pada umur 28 hari. Hal ini dinilai sudah mencapai target kuat tekan yang
telah direncanakan yaitu sebesar 20,75 Mpa pada umur 28 hari.