Abstract :
Salah satu masalah yang dihadapi dalam budidaya tanaman cabai rawit
adalah rendahnya produktivitas tanaman. Pertumbuhan cabai rawit sangat
bergantung dengan sifat fisik dan kimia tanah sebagai indikator tingkat
kesuburan tanah. Pemberian berbagai bahan organik dapat
mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah sehingga dapat meningkatkan
hasiltanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemangkasan dan pupuk organik kotoran ayam, kambing dan kelelawar
terhadap sifat fisik dan kimia tanah serta hasil tanaman cabai rawit
(Capsicum frutenscens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan
Ranononcu Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso, pada bulan
Mei?Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor yang
pertama adalah metode pemangkasan yang terdiri dari 2 taraf yaitu P0
(tanpa pemangkasan) dan P1 (dipangkas). Faktor kedua yaitu berbagai
jenis pupuk organik yang terdiri atas 4 taraf yaitu M0(Kontrol),
M1(tanah,arangsekam, pupuk kandang ayam (2 :1:1)), M2 (tanah,arang
sekam, pupuk kandang kambing (2 :1:1)) dan M3 (tanah, arang sekam,
pupuk guano (2 :1:1)). Aplikasi pupuk kandang ayam, kambing, guano
berpengaruh nyata terhadap porositas, pH tanah dan hasil tanaman cabai
rawit. Aplikasi pupuk guano meningkatkan kadar C-organik, P dan K
tersedia serta bobot buah cabai rawit per tanaman dan per hektar yang
berbeda nyata dengan kontrol dan aplikasi pupuk kandang ayam.
Komposisi media tanam tanah, arang sekam dan pupuk guano dengan
perbandingan volume 2:1:1 memberikan hasil bobot buah cabai rawit
sebanyak 3,540 ton/ha.