Abstract :
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dan inovasi,
pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami pertumbuhan, khususnya di
bidang konstruksi geoteknik. Tanah berguna sebagai pendukung pondasi dari
sebuah bangunan. Tanah lempung adalah tanah yang bermasalah dalam hal
menopang bangunan karena daya dukung tanah rendah. Daya dukung tanah
adalah kemampuan tanah untuk menahan beban bangunan atau tekanan pada
tanah dengan aman tanpa menimbulkan keruntuhan geser dan penurunan yang
berlebihan. Jenis tanah lempung memiliki sifat yang kurang menguntungkan bagi
pembangunan. Tanah lempung memiliki nilai permeabilitas dan tegangan geser
yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan perbaikan salah
satunya dengan menambahkan campuran kapur sebagai bahan additive. Pengujian
dilakukan dalam 2 bagian pengujian yaitu pengujian sifat fisik (kadar air, batas
cair, batas plastis, berat jenis, berat isi) dan pengujian sifat mekanis ( CBR
laboratorium, pemadatan, dan kuat geser). Pengujian tanah asli didapat nilai kadar
air sebesar 25.1%, berat isi sebesar 0.79%, berat jenis (Gs) sebesar 2,72% dan
memiliki nilai batas cair sebesar (LL) 32.97%, batas plastis (PL) sebesar 17.14%,
dan nilai indeks plastisitas (IP) sebesar 15.82%. Pada pengujian pemadatan tanah
nilai kadar air tertinggi terdapat pada penambahan kapur 5%, yaitu 22.16% dan
meningkat sebesar 13.64% dari nilai kadar air pada tanah asli. Pada pengujian
kuat geser tanah nilai kohesi tertinggi terdapat pada pengujian tanah asli +12.5%
kapur yaitu sebesar 0.364. Pengujian CBR laboratorium nilai CBR tertinggi
terdapat pada tanah asli + 12.5% kapur yaitu sebesar 3.18% dan meningkat
sebesar 87% dari nilai CBR pada tanah asli.