Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kualitas batu bata
merah dari tiga lokasi berbeda dengan menguji karakteristik tanah dan menguji
kekuatan batu bata itu sendiri. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kadar air dari
ke tiga lokasi. Moengko 22.2 %, Maliwuko 22.7 %, Toini 20.0 %. Nilai derajat
kejenuhan tanah Moengko 0.4010, Maliwuko 0.4832, Toini 0.4051. nilai berat
jenis tanah Moengko 2,73 Gs, Maliwuko 2.70 Gs, Toini 2.67 Gs. Nilai analisa
saringan tanah Moengko 8.40 % tertahan saringan 200, 91.60 % lolos saringan
200, Maliwuko 11.40 % tertahan saringan 200, 88.60 % lolos saringan 200. Nilai
batas cair dan batas plastis tanah Moengko di dapat nilai IP 8.718 %, tanah
Maliwuko di dapat nilai IP 7.716 %, tanah Toini tidak terdapat nilai batas
plastisnya karena sampel tanahnya berpasir, hanya di dapat nilai batas cairnya
28.19 %. Nilai berat isi kompaksi tanah Moengko 1= 1.090 gr/cm3, 2= 1.365
gr/cm3, 3= 1.338 gr/cm3, 4= 1.336 gr/cm3, 5= 1.414 gr/cm3, tanah Maliwuko 1 =
1.037 gr/cm3, 2= 1.165 gr/cm3, 3= 1.319 gr/cm3, 4= 1.388 gr/cm3, 5= 1.428
gr/cm3, Tanah Toini 1= 1.027 gr/cm3, 2= 1.223 gr/cm3, 3= 1.338 gr/cm3, 4= 1.484
gr/cm3, 5= 1.200 gr/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan
dari tiga lokasi memenuhi standar SNI 15-2094-2000 dengan mutu bata yang
berbeda-beda. Bata dari Moengko ukuran 10 cm = 171.4 cm, ukuran 12 cm =
140.8 cm, bata dari Maliwuko ukuran 10 cm = 163.4 cm ukuran 12 cm = 140.6
cm ke dua sampel tanah ini masuk kategori mutu kelas I (<100) kgf/m2,
sedangkan bata dari toini ukuran 10 = 90.5 masuk kategori mutu kelas II (100-80)
kgf/m2, ukuran 12 cm = 79.9 cm, masuk kategori mutu kelas III (60-80) kgf/m2.
Hal ini terjadi karena berat isi tanah tinggi dan indeks plastis tanah rendah.