Institusion
Universitas Sintuwu Maroso Poso
Author
Kadili, Moh. Revinsa S.P.
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2024-04-01 02:49:41
Abstract :
Bottom Ash merupakan limbah batu bara yang dibakar dalam boiler khusus dan
menghasilkan abu dan slag yang bervariasi jumlahnya. Selain itu, sisa dari limbah dari
pembakaran batu bara yang jumlahnya sangat banyak berpotensi menimbulkan
kerugian bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.Pada metode penelitian ini akan
membuat suatu benda uji (sampel), yang akan digunakan sebagai metode penelitian
laboratorium dengan melaksanakan beberapa pengujian dengan data ? data yang sudah
direncanakan.
Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan yang telah dilakukan, batako 7 hari nilai
yang didapatkan adalah 53.71 kg/cm² atau 82.63%, pada umur batako 14 hari nilai
yang didapatkan adalah 75.04 kg/cm² atau 85.27%, dan pada umur batako 28 hari nilai
yang didapatkan 104.15 kg/cm² atau 104.15%. kemudian pada variasi batako dengan
penggunaan bottom ash 100% pada umur 7 hari didapatkan nilai kuat tekan 21.64
kg/cm² atau 33.30 %, pada umur 14 hari didapatkan nilai 23.45 kg/cm² atau 26.65 %
dan pada umur 28 hari didapatkan nilai 45.16 kg/cm² atau 45.16 kg/cm². Nilai
kekuatannya untuk campuran Mutu 1 (K 100) yaitu 45.16 Kg/cm² atau kekuatan
perbandinganya hanya 43.36% dari sampel uji normal untuk umur 28 hari, umur 14
hari nilai kuat tekannya 23.45 Kg/cm² atau kekuatan perbandinganya 31.26% dari
sampel uji normal dan umur 7 hari nilai kuat tekannya 21.64 Kg/cm² atau kekuatan
perbandingannya 40.30% dari sampel uji normal. Penyerapan air pada sampel uji yang
menggunakan bottom ash, daya serapan airnya lebih besar dibandingakan dengan
sampel uji yang normal tetapi penyerapan air rata ? ratanya adalah 20.76% sehingga
masuk pada kategori penyerapa air Mutu I.