Abstract :
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit listrik
yang menggunakan energi terbarukan berupa air. Salah satu keunggulan dari
pembangkit ini adalah ramah lingkungan dan kapasitas daya keluarannya paling
besar diantara energi terbarukan lainnya, pembangkit listrik tenaga air ini juga telah
ada sejak dahulu kala.
PLTA Poso-1 direncanakan mengeluarkan daya sebesar 4x30 MW. Debit desain
PLTA Poso-1 adalah 150 m3/detik yang mengalir dari dari danau Poso dan
ditampung oleh bendungan Poso-1 untuk dinaikkan elevasi muka air yang
dikehendaki sesuai desain. Untuk mengalirkan debit ke turbin, digunakan saluran
penghantar berupa pipa baja. Pipa baja ini umumnya disebut Penstock pipe atau
pipa pesat yang didesain khusus untuk mengalirkan air dari bendungan ke rumah
turbin (Power house).
Dalam merencanakan pipa pesat, banyak digunakan standar dan literatur dari luar.
Diantara banyak standar, yang umum digunakan yaitu Indian Standard (IS Code),
ASCE dan AISI. Didalamnya dibahas mulai dari persiapan sampai perawatan, dan
semuanya sudah dibuktikan lewat penelitian. Salah satu hal penting yaitu cara
menentukan tebal pelat yang aman dan mampu memikul tegangan yang bekerja.
Pada prosesnya dibutuhkan trial and error untuk menentukan tebal pelat yang
dibutuhkan. Dengan bantuan komputerisasi, proses trial and error menjadi lebih
cepat dan mudah. Tegangan kerja ditinjau per bagian jarak antar tumpuan. Semakin
panjang pipa, semakin banyak pula variasi ketebalan pipa sesuai dengan kebutuhan
kekuatan pipa dalam memikul tegangan kerja dan kombinasinya
Tinjauan dan perencanaan pipa pesat pada PLTA Poso-1 menggunakan material
SM490 dengan 4 macam tebal pelat yaitu, 16 mm, 18 mm, 20 mm dan 24 mm.