Abstract :
Perencanaan tebal lapis perkerasan jalan angkut tambang perlu dilakukan dengan baik
sehingga dapat menunjang beban lalu lintas berat dan menjamin terpenuhinya produksi mineral
tambang sesuai rencana. Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini adalah melakukan
perbandingan perencanaan perkerasan jalan angkut (unbond granular pavement) dengan
menggunakan metode CBR (CBR Curve) dan Mekanistik (Mechanistic Pavement Design) serta
membandingkan hasil dari kedua metode tersebut.
Penelitian dilakukan pada jalan angkut utama yaitu pada ruas sumber galian (pit)
menuju tempat penyimpanan sementara (stockpile) pada proyek tambang batu bara PT. BHP
Billiton, Lampunut, Provinsi Kalimantan Tengah dengan panjang ±0.65 Km. Ruas jalan
tersebut direncanakan untuk mengakomodir lalu lintas rencana truk angkut material batu bara.
Beban lalu lintas yang dinilai cukup berat adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk
menentukan tebal lapis perkerasan rencana. Data masukan yang dipakai dalam analisa adalah
CBR tanah dasar, spesifikasi truk angkut, beban lalu lintas rencana, dan distribusi maksimal
pada sumbu roda truk angkut. Pada Metode CBR menggunakan parameter beban maksimum
sumbu kendaraan truk angkut rencana dan nilai CBR pada tanah dasar dan setiap material lapis
perkerasan. Metode Mekanistik menggunakan beban sumbu kendaraan dangan lalu lintas
rencana (ESAL desain), karekteristik material dan nilai regangan maksimum pada susunan lapis
perkerasan. Hasil perhitungan pada kedua metode menghasilkan perbedaan ketebalan lapis
perkerasan. Hal ini dikarenakan perhitungan pada metode CBR tanpa menggunakan desain
umur rencana jalan. Hasil akhir penelitian menghasilkan tebal lapisan permukaan yang tidak
jauh berbeda antara kedua metode (± 17.5 cm).