DETAIL DOCUMENT
STUDI PERBANDINGAN DESAIN PERKERASAN JALAN ANGKUT TAMBANG (MINE HAUL ROAD) DENGAN METODE CBR DAN MEKANISTIK PADA JALAN TAMBANG BATU BARA PT. BHP BILLITON INDONESIA DI LAMPUNUT KALIMANTAN TENGAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Sintuwu Maroso Poso
Author
Handoko, Joko Dwi
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-04-05 01:37:37 
Abstract :
Perencanaan tebal lapis perkerasan jalan angkut tambang perlu dilakukan dengan baik sehingga dapat menunjang beban lalu lintas berat dan menjamin terpenuhinya produksi mineral tambang sesuai rencana. Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini adalah melakukan perbandingan perencanaan perkerasan jalan angkut (unbond granular pavement) dengan menggunakan metode CBR (CBR Curve) dan Mekanistik (Mechanistic Pavement Design) serta membandingkan hasil dari kedua metode tersebut. Penelitian dilakukan pada jalan angkut utama yaitu pada ruas sumber galian (pit) menuju tempat penyimpanan sementara (stockpile) pada proyek tambang batu bara PT. BHP Billiton, Lampunut, Provinsi Kalimantan Tengah dengan panjang ±0.65 Km. Ruas jalan tersebut direncanakan untuk mengakomodir lalu lintas rencana truk angkut material batu bara. Beban lalu lintas yang dinilai cukup berat adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk menentukan tebal lapis perkerasan rencana. Data masukan yang dipakai dalam analisa adalah CBR tanah dasar, spesifikasi truk angkut, beban lalu lintas rencana, dan distribusi maksimal pada sumbu roda truk angkut. Pada Metode CBR menggunakan parameter beban maksimum sumbu kendaraan truk angkut rencana dan nilai CBR pada tanah dasar dan setiap material lapis perkerasan. Metode Mekanistik menggunakan beban sumbu kendaraan dangan lalu lintas rencana (ESAL desain), karekteristik material dan nilai regangan maksimum pada susunan lapis perkerasan. Hasil perhitungan pada kedua metode menghasilkan perbedaan ketebalan lapis perkerasan. Hal ini dikarenakan perhitungan pada metode CBR tanpa menggunakan desain umur rencana jalan. Hasil akhir penelitian menghasilkan tebal lapisan permukaan yang tidak jauh berbeda antara kedua metode (± 17.5 cm). 
Institution Info

Universitas Sintuwu Maroso Poso