Institusion
Universitas Sintuwu Maroso Poso
Author
LAMASINAI, MUH SAMSUL BAHRI
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2024-04-23 01:56:48
Abstract :
penggunaan pintu air pada sistem kontrol aliran air dapat mengakibatkan
gerusan pada sisi hilir dari pintu air Hal ini terjadi karena perubahan karakteristik
aliran air di belakang pintu dan di hilir pintu. Menggerus bagian hilir pintu dapat
membahayakan struktur. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian gerusan pada
dasar saluran di hilir pintu geser, khususnya menggunakan material lempung
berpasir. (Sandy Clay). Penelitian ini di lakukan menggunakan debit yang sama
pada setiap bukaan pintu. Posisi bukaan pintu yang di gunakan adalah 0,5 cm
0,7cm dan 1 cm. Pada setiap posisi bukaan pintu di lakukan 3 kali
pengukuranDalam penelitian ini menggunakan tanah lempung dan pasir yang
telah dikeringkan sebelumnya. Selanjutnya, dilakukan pengayakan menggunakan
saringan no 16 dengan komposisi tanah 20% dan pasir 80%. dari hasil pengukuran
kedalaman gerusan bukaan pintu 0,5,0,7 dan 1cm didapatkan hasil yaitu
0,045m,0,049m dan 0,039m, sealnjutnya di ukur menggunakan persamaan shen
yaitu 0,022m,0,0186m dan 0,0156, eggenberger yaitu 1,981m,1,8812m dan
1,4922m, Muller yaitu 0,8617m,0,8439m dan 0,3997m, schoktlisch yaitu
0,4436m,0,4398m dan 0,3997m. Penelitian gerusan yanng terjadi di depan pintu
sorong dari hasil penelitian di dapatkan data kedalaman gerusan yang terdalam
yaitu pada running pertama bukaan pintu 0,5 cm yaitu 0,050 m dan yang
terdangkal terjadi pada running ke dua bukaan pintu 1 cm yaitu 0,036
m.Kedalaman gerusan sangat di pengaruhi oleh bukaan pintu sorong hal ini
karena kecepatan aliran yang sangat besar.