Abstract :
Ruas Jalan Desa Mayoa ? Korobono, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten
Poso, Provinsi Sulawesi Tengah seringkali ditemukan kerusakan yang terindikasi
bermasalah. Kerusakan yang ada meliputi jalan retak hingga berlubang meskipun
belum lama dilakukan perbaikan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tanah asli dan seberapa besar pengaruh penambahan campuran (stabilisasi) Fly Ash
sebesar 3% dengan variasi pemeraman 4,7, dan 10 hari, serta variasi 10, 30 dan 65
ketukan pada tanah tersebut. Pengujian yang dilakukan dilaboratorium yaitu uji
kadar air, berat jenis, Analisa saringan, Atterberg Limit, Proctor Standard dan
CBR.
Hasil pengujian CBR (California Bearing Ratio) pada awal pengujian tanah
asli tanpa bahan tambah pada ketukan 10 sebesar 2,80%,ketukan 30 sebesar 3,82%,
dan pada ketukan 65 meningkat sebesar 4,46%. Setelah dicampur dengan 3% Fly
ash dengan lama pemeraman 4 hari dalam jumlah 10 ketukan sebesar 5,09%,30
ketukan sebesar 7,64%, 65 ketukan meningkat menjadi 10,18%. Pada waktu
dicampur 3% Fly ash dengan lama pemeraman 7 hari pada 10 ketukan sebesar
6,37%,30 ketukan sebesar 8,91%,65 ketukan meningkat menjadi 11,88%.
Kemudian campuran 3% Fly Ash pada masa pemeraman 10 hari nilai CBR
meningkat terus pada 10 ketukan sebesar 7,38%, Pada 30 ketukan sebesar
10,18%,dan pada 65 ketukan mencapai 13,37%. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa campuran Fly ash dengan tanah dapat meningkatkan ikatan partikel tanah
lempung. Semakin banyak ketukan dan waktu pemeraman akan semakin
meningkatkan daya dukung tanah.