Abstract :
Air sebagai sumber kehidupan masyarakat secara alami keberadaannya bersifat
dinamis mengalir ke tempat yang lebih rendah tanpa mengenal batas wilayah
administrasi. Keberadaan air mengikuti siklus hidrologis yang erat
hubungannya dengan kondisi cuaca pada suatu daerah sehingga
menyebabkan ketersediaan air tidak merata dalam setiap waktu dan setiap
wilayah. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan meningkatnya
kegiatan masyarakat mengakibatkan perubahan fungsi lingkungan yang
berdampak negatif terhadap kelestarian sumber daya air dan meningkatnya daya
rusak air. Hal tersebut menuntut pengelolaan sumber daya air yang utuh dari
hulu sampai ke hilir dengan basis wilayah sungai dalam satu pola pengelolaan
sumber daya air tanpa Dipengaruhi oleh batas-batas wilayah administrasi yang
dilaluinya. Daerah Irigasi Wuasa terletak di Desa Wuasa Kecamatan Lore Utara
dengan seluas potensial 510 Ha dan luas fungsional 200 Ha, secara umum
pertanian yang ada biasanya di tanami padi. Sumber air dari bendung Wuasa
mencukupi untuk mengairi lahan persawahan di daerah irigasi Wuasa, bahkan
ada beberapapetani yang menggunakan air irigasi untuk kolam ikan. Dengan
bebit air yang berlimpah tidak disertai dengan ukuran saluran sekunder yang
memadai sehingga banyak terjadi luapan air dari saluran irigasi terlebih saat
musim hujan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menghitung debit kebutuhan air
bulanan untuk daerah irigasi Wuasa, dan menghitung dimensi saluran irigasi
Wuasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit kebutuhan air bulanan untuk
daerah irigasi Wuasa saat musim tanam yaitu sebesar 0,98 m3/dtk,dan saluran
primer berbentuk trapesium dengan dimensi tinggi saluran 1,50 m, lebar bawah
saluran 1,20 m, dan tinggi jagaan 0,5 m, dan kemiringan talud 1 : 1?3. Sedangkan
saluran sekunder berbentuk persegi dengan dimensi tinggi saluran 0,60 m, lebar
bawah saluran 1,20 m, dan tinggi jagaan 0,5 m.