Abstract :
Jalan raya memegang peran yang sangat penting untuk memperlancar arus barang,
jasa dan mempercepat komunikasi antar wilayah. Agar jalan raya dapat berfungsi
dengan harapan, perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi
konstruksi tersebut, antara lain sifat tanah dasar dimana pekerjaan jalan diletakkan
di atasnya. Tanah di ruas jalam km 230 Desa Pandiri, Kabupaten Poso memiliki
karakteristik tanah yang kurang baik. Hal ini menyebabkan permukaan jalan
menjadi bergelombang, retak dan amblas sehingga terjadi kerusakan pada
permukaan jalan. Untuk alasan inilah peneliti ingin mengetahui sifat fisis dan
mekanis tanah di ruas jalan km 230 Desa Pandiri, Kabupaten Poso. Hasil
pengujian sifat fisis tanah didapatkan nilai kadar air sebesar 24,4%, berat jenis
(Gs) sebesar 2,71% dan memiliki nilai sebesar 52,54% lolos saringan No. 200,
dengan nilai batas cair (LL) sebesar 30,71%, nilai batas plastis (PL) sebesar
12,77% dan nilai indeks plastisitas (IP) sebesar 17,85%, berdasarkan system
klasifikasi AASHTO tanah ini berada pada golongan tanah berbutir halus dan
berada pada kelompok A-7 yaitu tanah lempung yang bersifat plastis dan
mempunyai perubahan yang cukup besar. Hasil pengujian sifat mekanis tanah
didapatkan nilai kohesi (c) sebesar 0,106 dengan nilai sudut gesek tanah (?)
sebesar 21?, nilai berat isi kering sebesar 1.485 gr/cm³ dengan kadar air optimum
28,26% dan nilai zero void sebesar 2,100 gr/cm³ dengan kadar air optimum 10,71
dan nilai CBR Laboratorium sebesar 2,55% < 6% (rendah), sehingga tanah ini
tidak memenuhi standar sebagai tanah dasar yang baik.