Abstract :
Pintu sorong adalah sekat yang dapat diatur bukaanya. Pintu sorong atau biasa
disebut pintu air merupakan suatu alat untuk mengontrol aliran pada saluran
terbuka. Didalam sistem saluran irigasi, pintu sorong biasanya ditempatkan pada
bagian pengambilan dan bangunan bagi sadap balk itu sekunder maupun tersier.
Selain itu, alat ini juga dapat digunakan pada industry misalnya di saluran
pengolahan atau pembuangan. Bangunan pengatur debit ini sering digunakan oleh
karena kemudahan perencanaan dan pengoperasiannya. Dengan tinggi bukaan
pintu tertentu maka akan didapatkan debit yang dimaksud. Dengan demikian variasi
bukaan pintu akan mempengaruhi debit aliran. Aliran dihulu pintu setelah pintu
sorong adalah aliran subkritis. Kemudian, aliran air mengalami percepatan ketika
melewati bagian bawah pintu atau sekat. Akibat percepatan yang dialami, aliran
berubah secara tiba-tiba dari subkritis menjadi super kritis. Dilokasi yang lebih
hilir, aliran akan mengalami semacam shock yang membuatnya kembali menjadi
aliran subkritis. Pada lokasi terjadinya perubahan aliran superkritis menjadi aliran
subkritis secara tiba-tiba tersebut, akan terjadi peristiwa yang biasa disebut dengan
loncatan hidrolik (hydraulic jump). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui pengaruh variasi bukaan pintu sorong terhadap kecepatan aliran, dan
mengetahui pengaruh bukaan pintu sorong terhadap panjang loncatan air dengan
menggunakan ambang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi
bukaan pintu sorong kecepatan aliran makin besar, untuk bukaan pintu sorong 0,005
m kecepatan aliran 0,0610 m/detik, bukaan pintu sorong 0,007 m kecepatan aliran
0,0717 m/detik dan bukaan pintu sorong 0,010 m kecepatan aliran 0,0877 m/detikm
dan semakin tinggi bukaan pintu sorong maka panjang loncat air yang dihasilkan
makin pendek. Loncat air hasil penelitian lebih mendekati persamaan dari Stemana
dan USBR.