Institusion
Universitas Sintuwu Maroso Poso
Author
MAPULE, VERNI MANTIRA PARAIRA
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2024-05-22 02:30:10
Abstract :
Derajat kesehatan masyarakat diperkirakan akan meningkat akibat ketersediaan
air minum yang merupakan salah satu faktor penentu peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Kadang kala, kapasitas pelayanan tidak dapat mengimbangi
pertumbuhan kebutuhan air minum dan sistem distribusi PDAM Unit Tentena
harus dievaluasi karena pelayanan PDAM tidak dapat dipisahkan dari jaringan
perpipaan yang berfungsi sebagai sistem distribusi. Program Epanet 2.2
digunakan untuk mengevaluasi sistem distribusi air bersih di Kecamatan Pamona
Puselemba. Perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan rata-rata pelanggan/hari
di PDAM Unit Tentena adalah 11.662,16 liter, dengan konsumsi air domestik
99,33 liter/orang/hari dan konsumsi air non-domestik 11.562,83 liter/unit/hari.
Kehilangan air/pelanggan adalah 20%, atau 2.332.432 liter/hari, dari kapasitas
kebutuhan air sebesar 3.786.180 liter/hari. Pada PDAM Unit Tentena, kebutuhan
air puncak adalah 6.625.815 liter/hari. Pipa PVC dengan diameter ukuran 1 inci
(30,4 mm), 2 inci (57,4 mm), 3 inci (85,8 mm), 4 inci (110 mm), dan 6 inci (159
mm) digunakan oleh PDAM Unit Tentena. Hasil studi ini adalah sistem jaringan
distribusi PDAM Unit Tentena saat ini mampu menyediakan air ke setiap
pelanggan. Namun, ada 9 node yang velocity aliran airnya 0 m/s karena tidak ada
pelanggan di kawasan itu, dan hanya ada 8 node yang memiliki nilai standar
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.18/PRT /M/2007 lebih besar dari 0,3 m/s
yaitu 0,32-0,49 m/s. Pipa-pipa ini memiliki velocity aliran yang rendah karena
diameter pipa terlalu besar untuk laju aliran pipa yang besar. Akibatnya, simulasi
diulangi dengan memperkecil diameter pipa di beberapa titik, menghasilkan 39
node dengan nilai velocity 0,35-2,36, sebagaimana disyaratkan oleh Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum No.18/PRT/M/2007