Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penambahan "Sikacim
Concrete Additive" terhadap kuat tekan beton K-250 dengan variasi persentase bahan
tambah dalam campuran beton. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi
literatur, perancangan campuran (mix design), pencampuran material, pengujian
slump, pembuatan benda uji, pengujian kuat tekan, analisis data, dan pendekatan
kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan "Sikacim Concrete Additive"
sebanyak 0,28% (250 ml) memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai kuat tekan
beton K-250. Nilai ini memenuhi persyaratan kuat tekan rencana K-250. Pada variasi
0 ml (0%) untuk umur 3 hari, beton memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 144,13
Kg/cm². Pada umur 7, 14, dan 21 hari, beton mengalami kenaikan kuat tekan secara
berturut-turut menjadi 205,93 Kg/cm², 222,01 Kg/cm², dan 240,84 Kg/cm². Pada
variasi 175 ml (0,19%), kuat tekan beton pada umur 3 hari adalah 160,56 Kg/cm²,
sedangkan pada umur 7, 14, dan 21 hari menjadi 226,27 Kg/cm², 234,29 Kg/cm², dan
256,90 Kg/cm². Pada variasi 250 ml (0,28%), kuat tekan beton pada umur 3 hari
mencapai rata-rata 179,75 Kg/cm², sedangkan pada umur 7, 14, dan 21 hari
meningkat menjadi 239,85 Kg/cm², 258,38 Kg/cm², dan 281,18 Kg/cm². Kontribusi
penelitian ini adalah memungkinkan kombinasi "Sikacim Concrete Additive" dengan
bahan tambahan lain dalam produk Sika. Selain itu, penelitian ini menekankan
pentingnya memperhatikan proses pelaksanaan pengecoran, termasuk pengadukan,
pemadatan, dan perawatan beton.