Abstract :
Tanah memiliki peran yang begitu penting pada suatu konstruksi dalam
pembangunan dan pekerjaan jalan. Salah satu jenis tanah yaitu tanah lempung.
Tanah lempung ialah tanah berbutir halus koloid yang tersusun pada mineral yang
dapat memuai, tanah lempung pada dasarnya merupakan bahan dasar tanah yang
buruk, mungkin ini dikarenakan kuat geser yang begitu rendah sehingga dalam
pembuatan konstruksi diatas lapisan padat tanah pasti menghadapi permasalahan
seperti rendahnya daya tampung, maka dari itu pentingnya dilakukan stabilisasi
tanah. Pada penelitian ini dilakukan penambahan Bottom Ash yang bertujuan
untuk meningkatkan daya dukung tanah lempung. Untuk penelitian ini langkah
awal yang dilakukan penulis adalah pencarian data lapangan dengan mengambil
sampel tanah di Jln. Pulau Irian Kel. Gebang Rejo.
Setelah itu dilakukan pengujian sampel tanah di laboratorium Fakultas
Teknik Universitas Sintuwu Maroso. dengan melakukan pengujian Analisa
Saringan, Berat Isi, Berat Jenis, Kadar Air, Batas-batas Atterberg, Pemadatan dan
CBR Laboratorium Soaked dan Unsoaked. Kemudian tanah lempung
ditambahkan Bottom Ash dengan variasi penambahan 5%, 10% dan 15%. hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai uji CBR Soaked tanah lempung asli sebesar
5,707% dan nilai CBR Soaked dengan variasi penambahan Bottom Ash 5%
sebesar 5,621%, variasi penambahan Bottom Ash 10% sebesar 6,918% dan variasi
pembahan Bottom Ash 15% sebesar 12,106%. Selanjutnya hasil uji CBR
Unsoaked tanah asli sebesar 7,004%, CBR Unsoaked variasi penambahan Bottom
Ash 5% sebesar 6,053%, CBR Unsoaked variasi penambahan Bottom Ash 10%
sebesar 8,215% dan CBR Unsoaked variasi penambahan Bottom Ash 15%
sebesar 18,159%. Dengan hasil yang dicapai dari penelitian tersebut bahwa
pengaruh penambahan Bottom Ash terhadapan daya dukung tanah lempung
terjadi peningkatan pada nilai pengujian CBR Laboratorium Soaked dan
Unsoaked.