Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
FATHURROHMAN, Alfino Riskya
Subject
C399 Cigarettes
Datestamp
2021-08-25 07:14:44
Abstract :
Rokok bukanlah sesuatu yang baru lagi di masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, mengenal atau bahkan mengonsumsinya. Kini rokok mengalami perkembangan dari rokok tembakau ke rokok elektrik. Di Purwokerto perkembangan ini mencolok dengan banyaknya vape store dan adanya Komunitas vape. Antara lain komunitas Team Hotcig Purwokerto dan Hexohm.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi terhadap tingkat konsumsi rokok elektrik (vape) dan hubungan komunitas terhadap tingkat konsumsi rokok elektrik (vape) di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik quota sampling dalam penentuan respondennya. Dalam pengambilan datanya, peneliti menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi serta observasi. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan Distribusi Frekuensi, Korelasi Tau Kendall, dan Tabel Silang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika keadaan sosial ekonomi pengguna rokok elektrik rendah maka tingkat konsumsi rokok elektrik juga rendah. Pendapatan yang terbilang sedikit tidak memungkinkan responden untuk mengkonsumsi rokok elektrik dengan sering karena device dan liquid yang terbilang cukup mahal bagi kelompok orang yang berpendapatan di sekitar upah minimum. Terlebih lagi status para anggota komunitas yang masih pelajar dianggap tidak lazim untuk merokok elektrik dengan bebas. Sama halnya dengan partisipasi komunitas yang rendah, maka tingkat konsumsi rokok elektrikpun juga rendah. Minim kegiatan dan relasi keakraban antar anggotanya sama sekali tidak membuat anggota komunitas meningkatkan frekuensi konsumsi rokok elektrik mereka. Dengan ini, keadaan sosial ekonomi dan keikutsertaan dalam komunitas mempengaruhi tingkat konsumsi rokok elektrik.