Abstract :
Latar Belakang : Gastric ulcer yang disebabkan etanol-HCl menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung. Jahe dan Bangle berpotensi sebagai gastroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gastroprotektif dari kombinasi ekstrak etanol jahe dan bangle dibandingkan ekstrak tunggalnya berdasarkan parameter histopatologi dan indeks ulkus.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan 50 ekor tikus wistar jantan yang diagi menjadi 5 kelompok, masing-masing diberikan Lanzoprazol 30mg/200gBB, Tween 80 1%, ekstrak etanol jahe 200mg/200gBB, bangle 400mg/200gBB dan kombinasi 100:200/200gBB. Semua kelompok diberikan perlakuan secara peroral selama 6 hari. Pada hari ke-7, semua kelompok diinduksi etanol-HCl (1:1) 0,2 ml/25grBB. Enam jam kemudian tikus dikorbankan dan dibedah,lalu diambil lambungnya. Pengujian histopatologi dilakukan dengan metode pewarnaan hematoxylin dan eosin. Indeks ulkus dihitung dari rata-rata skor ulkus melalui pengamatan mikroskopik. Skor ulkus dianalisis dengan uji statistik Saphiro-Wilk dilanjutkan uji Kruskal-Wallis dan uji Man-Whitney.
Hasil Penelitian : Gambaran histopatologi pada kelompok perlakuan menunjukkan perbaikan ulkus dan pengurangan infiltrasi sel radang neutrofil. Indeks ulkus kelompok perlakuan masing-masing sebesar 1,1; 1,4; 1,1; 1,1; 1. Namun dari hasil statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara kelompok perlakuan tersebut.
Kesimpulan : Kombinasi ekstrak etanol jahe dan bangle memiliki efek gastroprotektif yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya