DETAIL DOCUMENT
Kontroversi Politik Pangan dalam Film "The Mahuze's": Kritik terhadap Kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
YUNINGSIH, Dwi
Subject
C970 Criticism 
Datestamp
2021-08-27 05:09:08 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kontroversi politik pangan dalam film ?The Mahuze?s? serta mengetahui dan menjelaskan apakah kontroversi politik pangan dalam film ?The Mahuze?s? merepresentasikan kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Melalui perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teknik analisis semiotika dari Roland Barthes dengan pemaknaan bertingkatnya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kontroversi politik pangan dalam film ?The Mahuze?s? merepresentasikan kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Melalui adegan pilihan yang menjadi sasaran penelitian dalam penelitian tersebut, maka kontroversi politik pangan terletak pada kehadiran MIFEE yang justru memberikan konsekuensi pada Marga Mahuze dengan mempertaruhkan kehidupan pangan lokal dan menjadi orang asing yang tidak memiliki hak atas tanah tempat tinggal mereka. Kondisi inilah yang membuat Marga Mahuze melakukan tindakan solidaritas dengan melakukan pemasangan patok dan melakukan perkumpulan untuk menolak kehadiran MIFEE yang berlaku secara sewenang-wenang terhadap nilai adat dan pangan lokal masyarakat Papua. Tak berhenti sampai disitu, kondisi ekologis yang rusak dan hubungan sosial masyarakat Papua yang terancam juga menjadi representasi kritik terhadap kebijakan Merauke Integrated Food and Energy Estate di Provinsi Papua. Kontroversi politik pangan dalam film ?The Mahuze?s? nyatanya menyimpan sekelumit kisah miris yang justru mengorbankan masyarakatnya. Berdasarkan hal ini, maka film dapat menjadi bukti yang relevan untuk melakukan kritik atas suatu kebijakan melalui tanda. 
Institution Info

Universitas Jenderal Soedirman