Abstract :
Antibiotik menjadi salah satu penemuan besar di bidang kedokteran pada tahun 1943 karena mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat infeksi secara signifikan. Penggunaan besar-besaran antibiotik meningkatkan angka resistensi antibiotik. Kemenkes dan WHO membuat aturan untuk penggunaan antibiotik bijak dan langkah pencegahan resistensi antibiotik. Tenaga kesehatan merupakan salah satu pilar dalam pengendalian resistensi antibiotik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Kab. Purbalingga untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, perilaku tenaga kesehatan tentang penggunaan antibiotik, riwayat penggunaan antibiotik serta mengetahui ada tidaknya hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku tenaga kesehatan terhadap riwayat penggunaan antibiotik. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Purbalingga, Bojong, Bojongsari, dan Bobotsari dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan analisis data mengguunakan uji chi square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan anatara tingkat pengetahuan dengan riwayat penggunaan antibiotik (p<0,005), sedangkan hasil tidak signifikan hubungan antara sikap dan perilaku terhadap riwayat penggunaan antibiotik (p>0,05).