Abstract :
Latar Belakang : Gangguan siklus menstruasi dapat menyebabkan menopause dini dan menjadi indikator bagi penyakit degeneratif. Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi antara lain usia, asupan zat gizi, aktivitas fisik, tingkat stres, status gizi, penyakit penyerta dan usia menarche. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat asupan lemak, aktivitas fisik dan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi
Metodologi : Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswi di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Sampel penelitian yaitu mahasiswi berusia 18-24 tahun sebanyak 83 orang, diambil dengan menggunakan Teknik cluster random sampling. Data diuji statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher Exact.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan tingkat asupan lemak (p=0,642), aktivitas fisik (p=0,654), dan tingkat stres (p=0,608) dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan tingkat asupan lemak, aktivitas fisik dan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.