Abstract :
Komposit peredam bunyi adalah material yang digunakan untuk meredam kebisingan. Komposit berbahan dasar alam menjadi alternatif yang dapat menggantikan serat sintesis karena memiliki keunggulan yaitu kekuatan dan ketangguhan tinggi, relative murah dan mudah didapat. Salah satunya adalah serat daun nanas dan limbah kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari serat daun nanas dan limbah kertas dengan menganalisis nilai koefisien serap bunyi dan kuat pecah untuk mengetahui ketahanan material komposit. Sampel dibuat dengan menvariasikan konsentrasi komposisi dan ketebalan. Perbandingan konsentrasi yang digunakan pada serat daun nanas, limbah kertas, dan epoksi resin adalah 20% : 30% : 50%, 25% : 25% : 50%, dan 30% : 20% : 50%. Sedangkan, ketebalan yang digunakan adalah 2 cm dan 3 cm. Pengujian koefisien absorbsi bunyi menggunakan metode tabung impedansi pada frekuensi 250-3000 Hz dan pengujian pecah dilakukan dengan metode charpy. Nilai rata-rata koefisien absorbsi bunyi rata-rata untuk sampel A, B, C, D, E, dan F sebesar 0,462; 0,672; 0,788; 0,415; 0,420; dan 0,464. Komposit dengan presentase serat daun nanas terbanyak dengan ketebalan 2 cm memiliki nilai koefisen absorbsi bunyi tertinggi. Nilai kuat pecah untuk sampel G, H, dan I sebesar 3,527 J/mm2; 2,419 J/mm2; dan 3,014 J/mm2. Komposit dengan presentase limbah kertas terbanyak memiliki kuat pecah tertinggi.