DETAIL DOCUMENT
Kajian Fisiologi Tanaman Sawi Pagoda (Brassica rapa L. ssp. narinosa) dengan Berbagai Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Sampah Sayur
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
WIDYASARI, Aisyah Nada
Subject
C1000 Cultivated plants 
Datestamp
2021-09-20 01:53:12 
Abstract :
Sawi pagoda merupakan varian baru tanaman sawi yang sedang diminati masyarakat. Adapun saat ini kendala produksi sawi pagoda yaitu penurunan luas lahan pertanian yang potensial akibat adanya penumpukan sampah hasil aktivitas manusia salah satunya sampah sayur. Peningkatan produksi sawi pagoda dapat dilakukan melalui pengolahan sampah sayur menjadi pupuk organik cair dan penggunaan berbagai jenis media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur terbaik, (2) mendapatkan media tanam terbaik, dan (3) mendapatkan interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur dan media tanam terbaik untuk fisiologi tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan di Perumahan Griya Satria Bancarkembar, Kabupaten Banyumas; Laboratorium Agronomi dan Hortikultura serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan petak Terbagi (Split plot design) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur (P) yaitu 5 mL/liter air, 20 mL/liter air, dan 35 mL/liter air. Faktor kedua sebagai anak petak adalah media tanam (M) yaitu tanah, arang sekam, dan serbuk gergaji. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam pada taraf 5%, selanjutnya apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan?s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel, namun perlakuan konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur 35 mL/liter air memberikan hasil yang cenderung lebih baik. Media tanam berpengaruh sangat nyata pada variabel bobot tanaman kering, indeks luas daun, jumlah stomata, kerapatan stomata dan serapan nitrogen; sedangkan berpengaruh nyata pada variabel kehijauan daun 4 MST. Perlakuan media tanam tanah memberikan hasil yang terbaik terhadap seluruh variabel. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur dengan media tanam pada semua variabel. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur 5 mL/liter air + tanah memberikan hasil cenderung lebih baik pada variabel kehijauan daun, sedangkan perlakuan konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur 35 mL/liter air + tanah memberikan hasil cenderung lebih baik pada variabel bobot tanaman kering, indeks luas daun, jumlah stomata, kerapatan stomata dan serapan nitrogen. 
Institution Info

Universitas Jenderal Soedirman