Abstract :
PITI Banyumas adalah wadah interaksi masyarakat Islam Tionghoa di Banyumas. Tujuan berdirinya organisasi PITI Banyumas supaya para mualaf khususnya mualaf etnis Tionghoa tidak kembali ke agama sebelumnya. PITI Banyumas sendiri berdakwah secara kultural untuk mencapai tujuan dari organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi bentuk strategi dakwah PITI Banyumas dalam partisipasinya pada perayaan hari besar Masyarakat Tionghoa. Lokasi penelitian berada di Desa Wlahar Kulon, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas tempat Masjid PITI dan sekretariat PITI Banyumas berada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif Penelitian diskriptif dimaksudkan untuk mendiskripsikan sesuatu fenomena atau fakta sosial yang terjadi pada masalah yang diteliti. Teknik pengambilan sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang mengarah pada cakupan. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi adaptasi antar-budaya dalam menganilisis bentuk strategi dakwah PITI Banyumas. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi dakwah yang dilakukan oleh PITI yaitu melalui partisipasi hari besar Masyarakat Tionghoa dan diluar partispasi hari besar Masyarakat Tionghoa. Strategi Dakwah PITI Banyumas melalui hari besar Masyarakat Tionghoa berupa partisipasi PITI dalam setiap acara hari besar Masyarakat Tionghoa. Strategi dakwah dengan menggunakan akulturasi budaya yang dilakukan PITI mendapat tempat tersendiri dari kalangan etnis Tionghoa. Klenteng Boen Tek Bio Banyumas sebagai partner PITI telah memberi ruang dan dakwah tersendiri bagi PITI. Berpartisipasinya PITI dalam acara perayaan-perayaan hari-hari besar Tionghoa berawal dari kerjasama yang terjalin sejak tahun 1998 dengan pihak Klenteng Boen Tek Bio Banyumas. Dukungan positif baik secara moral dan dukungan kerja sama serta toleransi budaya yang dilakukan PITI Banyumas memberi dampak positif baik dari bertambahnya anggota organisasi maupun semakin eksisnya nama PITI Banyumas sebagai organisasi keagamaan. Strategi dakwah PITI di luar partisipasi dalam hari besar Masyarakat Tionghoa juga cukup signifikan terhadap perkembangan organisasi PITI. Tergabung dalam FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) membuat PITI berbaur dengan ormas-ormas lintas agama dan membuka wawasan PITI untuk bertoleransi dalam setiap perbedaan. Dakwah dengan tausiyah-tausiyah Al-Quran juga dilakukan, pengajian-pengajian rutin mingguan dan pengajian akbar, hingga santunan kepada fakir miskin merupakan jalur dakwah PITI dalam mencapai tujuan organisasi.