DETAIL DOCUMENT
Polimorfisme Gen Growth Hormone (Gh) Berdasarkan Analisis Squensing pada Entok (Cairina Moschata) Warna Bulu Putih dan Kombinasi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
SA, Nala
Subject
D344 Ducks 
Datestamp
2020-01-23 02:38:55 
Abstract :
Polimorfisme Gen Growth Hormone (GH) Berdasarkan Analisis Squensing Pada Entok (Cairina Moschata) Warna Bulu Putih dan Kombinasi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 25 November 2016 sampai dengan tanggal 10 Maret 2017 di peternakan itik dan entok desa Dukuh Waluh, kecamatan Kembaran, kabupaten Banyumas, analisis DNA dilaksanakan di Laboratorium riset terpadu Universitas Jenderal Soedirman, dan analisis Sequensing menggunakan jasa PT Genetika Science Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urutan nukleotida gen growth hormone dan melihat adanya polimorfisme serta mengkaji keragaman genetik entok bulu putih dan bulu kombinasi berdasarkan gen growth hormone dengan menghitung heterozigositas. Materi yang digunakan adalah entok jantan dan betina warna bulu putih dan kombinasi umur 12 minggu sebanyak 30 ekor. Pakan entok terdiri dari campuran jagung kuning giling 30%, dedak padi 40%, dan konsentrat itik 30% dengan kandungan nutrien pakan : PK = 18,7%, ME = 2900 kcal/kg, Calsium = 3,02% dan P = 1,06%. Bahan yang digunakan untuk pengkajian polimorfisme gen growth hormone yaitu dari sampel darah, RBC lysis buffer, etanol absolut, wash buffer (etanol added), elution buffer atau Tris EDTA, KAPA2G Fast ReadMix, PCR Kit (Kapa Biosystems), primer GH Cairina dengan Forward GH-F: 3?-CTGGGGTTGTTTAGCTTGGGA-5? dan reverse GH-R:5?TAAACCTTCCCTGGCACAAC-3?, pure water, loading dye, bubuk agarose DNA ladder, buffer TBE, dan pewarna DNA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan variabel yang diukur yaitu frekuensi gen dan frekuensi genotipa yang diukur menggunakan rumus Pirchner (1981), keragaman genetik diukur dengan rumus heterozigositas berdasarkan Nei (1981). Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan pertambahan bobot badan yaitu pada entok jantan dan betina warna bulu kombinasi masing-masing sebesar 819,6 ± 410,11 g dan 287,8 ± 181,72 g, entok warna bulu putih masing- masing 966 ± 110,08 g dan 375 ± 170,46 g. Hasil squensing memperlihatkan adanya mutasi dari Adinin menjadi Cytocin pada kisaran panjang basa 139 bp. Frekuensi genotipa AA= 0,50 dan CC= 0,50, frekuensi gen A= 0,50 dan frekuensi gen C= 0,50, dengan nilai heterozigositas (h)= 0,50. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan terdapat polimorfisme gen GH pada entok warna bulu putih dan kombinasi. 
Institution Info

Universitas Jenderal Soedirman