Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
ISLAM, Abdullah Nurdien Syaiful
Subject
G77 Geology
Datestamp
2021-03-02 02:02:08
Abstract :
Geomorfologi merupakan cabang dari ilmu geologi yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Aspek geomorfologi menjadi salah satu faktor yang dapat digunakan untuk menentukan intensitas terjadinya gempa bumi. Tahapan penelitian berupa persiapan, pekerjaan lapangan serta pengolahan dan analisis data. Pengolahan data dilakukan dengan pengamatan data lapangan, analisis petrografi, analisis mikropaleontologi, analisis struktur geologi, analisis geomorfologi dan analisis morfotektonik (Indeks Aktivitas Tektonik Relatif). Lokasi penelitian berada di daerah Tundagan, kecamatan Watukumpul, kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang secara fisiografi termasuk kedalam pegunungan serayu utara, dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi menggunakan Klasifikasi Bentuk Muka Bumi (2006), yaitu Satuan Punggungan Antiklin Rejosari, Satuan Perbukitan Zona Sesar Tundagan dan Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Tundagan. Satuan tertua daerah penelitian adalah satuan batulempung perselingan batupasir (formasi Halang), intrusi basalt berumur tersier, dan satuan breksi vulkanik (formasi Kumbang). Struktur geologi daerah penelitian terdapat sesar mendatar kanan dan lipatan antiklin. Data yang digunakan dalam pendekatan morfotektonik adalah peta topografi, peta geologi, citra landsat, SRTM dan DEM. Hasil analisis terdiri dari kurva hipsometrik, indeks gradien panjang sungai, lengkungan muka pegunungan, indeks bentuk DAS dan perbandingan lembah. Hasil analisis perhitungan parameter morfometri didapat hipsometrik integral termasuk kelas 1 (tektonik aktif) dengan nilai ? 0,5. Indeks gradien panjang sungai dominan termasuk kelas 3 dengan nilai SL < 300. Lengkungan muka pegunungan dominan termasuk kelas 1 dengan nilai Smf < 1,1. Indeks bentuk daerah aliran sungai termasuk kelas 3 dengan nilai Bs ? 3. Perbandingan lembah termasuk kelas 2 dengan nilai 0,5 ? vf ? 1,0. IATR daerah penelitian termasuk tektonik menengah.