Abstract :
Mawar merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang diminati oleh masyarakat, sehingga tuntutan kualitasnya sangat tinggi. Salah satu penanganan pasca panen yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa kesegaran bunga adalah perendaman bunga menggunakan larutan pulsing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 1) komposisi larutan pulsing terhadap masa kesegaran bunga mawar potong, 2) lama perendaman larutan pulsing terhadap masa kesegaran bunga mawar potong, 3) kombinasi antara komposisi larutan pulsing dan lama perendaman terhadap masa kesegaran bunga mawar potong. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada Agustus sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu variasi larutan pulsing dengan 4 komposisi, yaitu air (kontrol), 20 g gula pasir+3 ml jeruk nipis+50 ml air rebusan daun sirih+air, 40 g gula pasir+6 ml jeruk nipis+100 ml air rebusan daun sirih+air dan 60 g gula pasir+9 ml jeruk nipis+150 ml air rebusan daun sirih+air. Faktor kedua yaitu lama perendaman yang terdiri dari 3 taraf (2 jam, 4 jam dan 6 jam). Data dianalisis menggunakan uji F 5% kemudian dilanjutkan dengan Duncan?s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman komposisi larutan pulsing selama 6 jam berpengaruh terhadap penambahan umur kesegaran bunga selama 2,16 hari. Kombinasi komposisi larutan pulsing kontrol (air) dengan lama perendaman 4 jam berpengaruh terhadap penambahan umur kesegaran bunga selama 2,47 hari. Kombinasi komposisi larutan pulsing 40 g gula pasir+6 ml jeruk nipis+100 ml air rebusan daun sirih+air dengan lama perendaman 4 jam memberikan warna bunga terbaik dengan skor 1,83.