DETAIL DOCUMENT
Geologi dan Studi Alterasi Mineralisasi Daerah Gunung Ijo dan Sekitarnya Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
SINAGA, Martin
Subject
G77 Geology 
Datestamp
2021-03-02 04:15:44 
Abstract :
Daerah pemetaan geologi terletak di daerah Kulonprogo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada koordinat 395000°E- 400000°E dan 9136000°N - 9141000°N. Pemetaan geologi dilakukan dengan luas 25 km2 dan skala peta 1:12.500. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alterasi dan mineralisasi berdasarkan data XRD, AAS, petrografi, dan mineragrafi untuk mengetahui tipe endapan mineralnya. Satuan geomorfologi daerah penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yakni Satuan pegunungan vulkanik berlereng sangat terjal, Satuan perbukitan vulkanik terdenudasi berlereng terjal, Satuan Pegunungan vulkanik berlereng sangat terjal dan Satuan perbukitan stuktural berlereng terjal. Tahap geomorfik daerah penelitian adalah dewasa dan pola aliran sungai yaitu radial dan pararel. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi enam satuan tidak resmi, dari tua ke muda, yaitu Satuan Breksi Andesit, Satuan Andesit, Satuan Breksi Autoklastik, Satuan Intrusi Andesit Basaltik, Satuan Intrusi Andesit Porfiri dan Satuan Intrusi Dasit. Satuan-satuan batuan di daerah penelitian terbentuk kala Oligosen akhir hingga Miosen akhir. Struktur geologi yang ditemukan di daerah pemetaan merupakan sesar mengiri turun Jatirejo, sesar mengiri turun Semagung, sesar mengiri turun Soko Agung, sesar mengiri naik Hargorojo dan sesar mengiri naik Plampang. Zona ubahan hidrotermal yang terbentuk di daerah penelitian berupa Zona Klorit-Epidot-Kalsit-Albit, Zona Kuarsa-Monmorilonit-SerisitKaolinit dan Zona Kuarsa-Adularia. Zona ubahan di daerah penelitian dikontrol oleh struktur sesar mendatar. Urat kuarsa yang terbentuk memiliki arah dominan baratlaut-tenggara (N220°E-N240°E) dengan tekstur berupa massif, lattice blanded, saccharoidal, sulfide-disseminated sulfide, cockade dan Comb/ Sisir. Temperatur pembentukan mineral berkisar antara 210°-230°C merupakan ciri endapan sistem epitermal. Tekstur urat kuarsa yang hadir serta kehadiran mineral serisit menunjukkan bahwa daerah penelitian masuk dalam system epitermal sulfide rendah. Berdasarkan hasil analisis geokimia didapatkan kadar Au >0,06-31.22 ppm, Cu >4-59 ppm, Pb >12-568 ppm, Zn 15-1620 ppm, Ag >8-39 ppm. Kata kunci: 
Institution Info

Universitas Jenderal Soedirman