Abstract :
Bangka Selatan merupakan salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia. Casiterit Pulau Bangka Selatan telah mengalami pengayaan sekunder oleh proses erosi yang berlangsung selama jutaan tahun, menghasilkan endapan-endapan aluvial yang terkayakan akan timah. Seiring berjalannya penambangan letakan (aluvial) cadangan timah sekunder yang ada pun semakin menipis. Hal ini membuat eksplorasi endapan timah primer kembali dilakukan. Salah satunya yaitu didaerah Bangka Selatan yang sampai saat ini masih dilakukan eksplorasi dengan cara pengeboran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, alteraimineralisasi dan arah sebaran urat. Metode yang digunakan adalah sampling litologi, analisis petrografi, analisis mineralgrafi yang dilakukan pada urat, analisis ASD dan XRD untuk mengetahui zonasi alterasi dan analisis XRF untuk mengetahui kandungan Timah (Sn). Morfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua yaitu Satuan Dataran Intrusi Denudasional dan Satuan Fluvial. Zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi dua zona yaitu Zona Argilik Dalam dan Zona Argilik Luar, dibagi berdasarkan temperatur dan Ph pembentukanya, mineralisasi daerah penelitian berupa Kasiterit, Sphalerit, Kalkopirit dan Mineral Oksidasi, yang didapat dari hasil analisis urat. Dimana arah persebaran urat daerah penelitian dominan arah NW-SE. Zonasi alterasi greisen daerah penelitian diawali dari adanya pengkayaan Zona Greisen (kuarsa+muscivit), Zona Silicification, Zona Albitisation II dan Zona Microclinisation II, Zonasi tersebut terbentuk pada saat Post-Magmatic.