DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR), Literasi Keuangan, dan Inovasi Produk terhadap Kinerja UKM Sektor Pengolahan Konveksi di Kota Tangerang Selatan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jenderal Soedirman
Author
PRANOWO, Izhar Hilmi
Subject
P142 Performance 
Datestamp
2021-03-09 07:10:39 
Abstract :
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis serta menguji pengaruh kredit usaha rakyat (KUR), literasi keuangan, dan inovasi produk terhadap kinerja UKM sektor pengolahan konveksi di Kota Tangerang Selatan. Banyaknya tekstil dan produk tektstil (TPT) impor di pasar dalam negeri telah membuat sejumlah produsen gulung tikar. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin pemutusan hubungan kerja (PHK) kian meluas. Oleh Karena itu Ikatan Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) mendesak pemerintah untuk segera menghentikan impor sementara untuk bahan baku di sektor tekstil dan produk tektstil (TPT). Dampak dari hal tersebut yang berada di wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi, keberadaan benang dan kain impor murah yang membanjiri pasar disebut telah memukul penjualan anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DKI. Jika kondisi ini dibiarkan banyak produsen yang beralih menjadi importer. Dampak jika UKM terus bergantung pada bahan baku impor akan mudah terdampak oleh gejala perekonomian global seperti penguatan mata uang dolar AS, jika harga bahan baku impor mengalami kenaikan akibat penguatan dolar AS, maka UKM terpaksa menaikkan harga jual produksi di pasaran. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Kredit Usaha Rakyat (KUR), literasi keuangan, dan inovasi produk berpengaruh terhadap kinerja UKM dan juga untuk mengetahui apakah literasi keuangan berpengaruh paling dominan terhadap kinerja UKM. Penelitian ini menggunakan Teori Planned of Behavior (TPB) berdasarkan teori ini, penentu terpenting perilaku seseorang adalah intensi untuk berprilaku. Intensi individu untuk menampilkan suatu perilaku adalah kombinasi dari sikap untuk menampilkan perilaku tersebut dan norma subjektif. Sikap individu terhadap perilaku meliputi kepercayaan mengenai suatu perilaku, evaluasi terhadap hasil perilaku, norma subjektif, kepercayaan normatif dan motivasi untuk patuh. Dalam Theory of Planned Behavior (TPB), terdapat 3 macam kepercayaan yang ditentukan oleh niat berperilaku: (1) Kepercayaan perilaku (behavioral belief), yaitu kepercayaan tentang kemungkinan terjadinya perilaku. Kepercayaan perilaku akan menghasilkan suatu sikap menyukai atau tidak menyukai terhadap perilaku. Dalam penelitian ini, behavioral belief tercermin pada variabel literasi keuangan. Literasi keuangan akan berdampak pada pola pikir dan prilaku keuangan seseorang. (2) Kepercayaan normatif (normative belief), yaitu kepercayaan tentang ekspektasi normatif dari orang lain dan motivasi untuk menyetujui ekspektasi tersebut. Kepercayaan normatif menghasilkan tekanan sosial atau norma subjektif. Dalam penelitian ini normative belief tercermin pada variabel inovasi produk. Inovasi produk dilakukan untuk bersaing mendapatkan reputasi positif dalam persepsi pelanggan. (3) Sikap (attitude) adalah sikap terhadap perilaku dipengaruhi oleh keyakinan seseorang. Keyakinan dalam hal ini merupakan kemungkinan subjektif bahwa perilaku tersebut akan memiliki dampak tertentu. Secara khusus, evaluasi terpada dampak dari suatu perbuatan akan mempengaruhi sikap seseorang secara proporsional terhadap kemungkinan suatu perbuatan akan menghasilkan dampak tertentu. Dalam penelitian ini sikap (attitude) tercermin pada variabel Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR dilakukan untuk mendukung aksesbilitas kredit bagi UKM melalui kerjasama beberapa bank yang ditunjuk oleh pemerintah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendapat aksesbilitas kredit dibutuhkan sikap/kontrol seperti persyaratan untuk mendapatkan kredit, sehingga dapat menanggulangi salahnya target sasaran KUR. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM sektor pengolahan konveksi yang berada di wilayah Tangerang Selatan yang terdaftar pada Kementrian Koperasi Dan UMKM Tangerang Selatan yang berjumlah 549 UKM. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan purposive sampling dengan cara menentukan kriteria-kriteria responden penelitian yang digunakan sebagai sampel penelitian: a. UKM menjual hasil konveksi yang berada di wilayah Tangerang Selatan, b. UKM memiliki umur usaha lebih dari 5 tahun, c. Memiliki karyawan minimal 5 dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer yaitu memberikan kuesioner atau daftar pertanyaan kepada pengusaha UKM di Tangerang Selatan sektor pengolahan konveksi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh terhadap kinerja UKM, (2) literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UKM, (3) inovasi produk tidak berpengaruh terhadap kinerja UKM dan (4) literasi keuangan memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja UKM. Implikasi dari kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut: (1) pemilik UKM yang menggunakan kredit usaha rakyat untuk keberlangsungan usahanya masih lemah dikarenakan kurangnya sosialisasi mengenai KUR yang diberikan oleh dinas dan bank, (2) pemilik UKM sudah memiliki pengetahuan literasi keuangan yang cukup dan dapat membuat perencanaan keuangan untuk 
Institution Info

Universitas Jenderal Soedirman