Abstract :
Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Gunung Merapi mungkin akan erupsi setiap 3 tahun sekali. Pemantauan aktivitas gunung api memegang peranan penting untuk mengetahui adanya perubahan aktivitas Gunung Merapi yang mengindikasikan gunung akan mengalami erupsi atau sebaliknya. Pada penelitian ini menerapkan sistem inferensi fuzzy untuk mengidentifikasi kondisi aktivitas gunung api. Sistem inferensi fuzzy yang digunakan adalah model mamdani yang dirancang menggunakan metode MIN-MAX dengan defuzzifikasi metode centroid. Basis aturan yang digunakan ada 40 rule. Sistem ini menggunakan 14 masukan yang diolah dari data seismik yaitu: data energi komulatif (EN), rate energi komulatif (REN), gempa hybrid (H), rate H, gempa vulkanik dalam (VTD), gempa vulkanik dangkal (VTS), rate VTS, gempa guguran (RF), rate RF, gempa low frequency (LF), pyroclastic flow (PF), rate Electronic Distance Measurement (EDM) Kaliurang, rate EDM Babadan, dan SO2. Output dari sistem ini berupa status aktivitas gunung api yang terdiri dari normal, waspada, siaga, dan awas. Pada pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil sistem sesuai dengan basis aturan yang ditetapkan dengan nilai RMSE sebesar 0,013823 dan menghasilkan perkiraan status aktivitas gunung yang sama. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa sistem inferensi fuzzy merupakan sistem yang memiliki akurasi hasil yang cukup baik sebagai sistem pemantauan status aktivitas Gunung Merapi.