Abstract :
Pupuk merupakan salah satu produk strategis untuk mendukung perkembangan sektor pertanian karena dapat membantu tumbuh dan berkembangnya tanaman. Pupuk juga memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Saat ini penggunaan pupuk organik lebih dianjurkan daripada pupuk an-organik karena jika petani terus menerus menggunakan pupuk an-organik maka kondisi tanah akan semakin rusak. Dalam pemakaian dan peredarannya, pemerintah sangat tegas dalam menertibkan pupuk organik yang beredar di pasaran saat ini dengan cara mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait komposisi pupuk organik yang diproduksi karena selama ini banyak produsen pupuk yang mengatakan pupuknya merupakan pupuk organik tetapi komposisinya belum sesuai atau kandungan di dalamnya masih di bawah batas minimum. Oleh karena itu, pemerintah telah mengatur standar mutu terkait kelayakan pupuk melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanaman. Terdapat pula lembaga-lembaga yang menguji mutu pupuk organik khususnya pupuk organik cair (POC) sebelum pupuk dipakai dan diedarkan di pasaran, salah satunya adalah Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman. Namun kriteria yang ada untuk menentukan kelayakan pupuk sangatlah banyak sehingga perlu dibuat suatu sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan pupuk organik cair dengan metode Simple Additive Weighting untuk membantu pihak Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman dalam menentukan kelayakan pupuk organik cair baik kelayakan dari segi pemakaian pupuk maupun kelayakannya menurut standar mutu yang ada di Indonesia.