Abstract :
Latar Belakang: Senyawa turunan aminokalkon dilaporkan memiliki aktivitas inhibitor reseptor faktor pertumbuhan epidermal (Epidermal Growth Factor Receptor, EGFR) tirosin kinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa turunan aminokalkon yang paling berpotensi sebagai inhibitor EGFR berdasarkan hasil penambatan molekuler dan aturan Lipinski, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan obat baru.
Metodologi: Pendekatan in silico meliputi penambatan molekuler yang dilakukan dengan mengunduh struktur EGFR dari PDB, preparasi struktur protein menggunakan AutoDock Tools, penambatan kembali dengan ligan natif menggunakan AutoDock Vina, perhitungan RMSD menggunakan PyMOL, penambatan molekuler senyawa turunan aminokalkon, dan visualisasi hasil penambatan pada BIOVIA Discovery Studio. Selanjutnya uji aturan Lipinski dilakukan pada web SCFBio.
Hasil Penelitian: Energi ikatan (kkal/mol) senyawa 4?-amino-4-bromokalkon sebesar -8,6; senyawa 4?-amino-4-hidroksikalkon -8,4; senyawa 4?-amino-4-metilkalkon -8,7; senyawa 4?-amino-4-metoksikalkon -8,2; senyawa 4?-amino-4-nitrokalkon -8,3; senyawa 4?-aminokalkon -8,5; erlotinib -7,7; dan ligan natif -9,0. Senyawa uji, erlotinib, dan ligan natif memiliki ikatan hidrogen dengan asam amino Met793, interaksi hidrofobik dengan asam amino Leu844, Leu718, Val726, Ala743. Semua senyawa uji memenuhi syarat aturan Lipinski.
Kesimpulan: Senyawa 4?-amino-4-metilkalkon berpotensi sebagai inhibitor EGFR dan memiliki prediksi sifat fisikokimia yang baik.