Abstract :
Latar Belakang: Fibrosis paru merupakan penyakit interstisial paru akibat
inflamasi kronis, kondisi ini mengganggu re-epitelisasi jaringan alveolar sehingga
memicu deposisi kolagen pada septum inter alveolaris paru. Rosuvastatin
berpotensi memiliki efek anti-fibrotik dalam menghambat terjadinya deposisi
kolagen.
Tujuan: Mengetahui efek anti-fibrotik rosuvastatin terhadap berat badan dan
ketebalan septum inter alveolaris paru tikus model fibrosis.
Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental dengan posttest only controlled
group design. Penelitian ini menggunakan 15 tikus galur Wistar jantan, berusia 12
minggu, berat badan (BB) 200±20 gram. Tikus dibagi dalam 3 kelompok perlakuan;
K1: Kontrol normal (NaCl 0,9%); K2: Model fibrosis paru (amiodarone
40mg/kgBB/hari); K3: Model fibrosis paru dengan terapi rosuvastatin
10mg/kgBB/hari. Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran
histopatologi ketebalan septum inter alveolaris didapatkan dari pewarnaan
hematoksilin-eosin (HE) pada organ paru tikus, dan dikuantifikasi menggunakan
perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis dengan GraphPhad Prism 9.3.0
menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis.
Hasil: Ketebalan septum inter alveolaris paru pada K3 dengan terapi rosuvastatin
menunjukkan perbedaan secara bermakna dibandingkan K2 (p<0,0001). Tidak
didapatkan perbedaan yang bermakna pada berat badan tikus (p=0,2322).
Kesimpulan: Rosuvastatin memberikan efek anti-fibrotik dengan menghambat
deposisi kolagen berlebih pada septum inter alveolaris paru tikus, namun tidak
memberikan efek terhadap berat badan tikus model fibrosis.
Kata kunci: fibrosis, septum inter alveolaris, rosuvastatin