Abstract :
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA SISWA SDN 8 DAN SDN 9 MAMBORO PADA PEMBERIAN VIDEO ANIMASI SIAGA BENCANA
Ni Luh Wilda Mawarni*, Imtihanah Amri **
*Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Dosen, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Sulawesi Tengah adalah salah satu daerah yang rawan bencana. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana sehingga dapat menyebabkan banyak korban jiwa terutama pada anak-anak. Cara umum dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana adalah melakukan penyuluhan dengan menggunakan media video animasi yang dapat menarik minat peserta.
Tujuan Penelitian : Mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan siswa SDN 8 dan SDN 9 Mamboro pada pemberian video animasi siaga bencana.
Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment rancangan one grup pre test post test . Teknik pengambilan sampel yaitu quota sampling. Jumlah sampel 20 orang pada SDN 8 dan 20 orang pada SDN 9 Mamboro. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan video. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0.000 (p < 0.05) pada SDN 8 Mamboro dan 0.001 (p < 0.05) pada SDN 9 Mamboro. Hasil uji ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan kesiapsiagaan setelah pemberian video animasi. Hasil uji Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat kesiapsiagaan antara SDN 8 dan SDN 9 Mamboro, dimana SDN 8 Mamboro memiliki kesiapsiagaan lebih baik dari pada SDN 9 Mamboro (p=0.001)
Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana siswa SDN 8 dan SDN 9 Mamboro pada pemberian video animasi siaga bencana. Pada kedua sekolah mengalami peningkatan setelah pemberian video animasi siaga bencana, SDN 8 menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan lebih baik dibandingkan SDN 9 Mamboro.
Kata Kunci : video animasi, kesiapsiagaan, bencana gempa bumi