Abstract :
Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Sigi memiliki potensi lahan kering untuk
pengembangan tanaman bawang merah sehingga perlu dilakukan penelitian
percobaan multilokasi. Percobaan multilokasi dilakukan untuk mengkaji Interaksi
Genotipe × Lingkungan (IGL). Metode yang digunakan dalam mengkaji IGL adalah
Additive Main Effect and Multiplicative Interaction (AMMI). Penelitian ini
menggunakan penggabungan metode AMMI dengan Structural Equation Modeling
(SEM) yang dikenal dengan SEM-AMMI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
faktor genotipe, lingkungan serta IGL pada setiap respon memberikan pengaruh
terhadap ketiga komponen daya hasil dan daya hasil produksi bawang merah,
kemudian hasil uji SEM menunjukkan komponen daya hasil berpengaruh terhadap
hasil produksi dimana bobot umbi di atas rata-rata akan memberikan hasil produksi
bawang merah yang relatif lebih banyak. Interaksi kovariat jumlah umbi × kovariat
masing-masing lokasi memberikan pengaruh terhadap jumlah umbi dan daya hasil,
sedangkan interaksi kovariat genotipe (bobot dan diameter umbi) × kovariat masing-
masing lokasi hanya berpengaruh terhadap masing-masing komponen daya hasil.
Kata Kunci : AMMI, Bawang merah, IGL, SEM-AMMI