Abstract :
Untuk menunjang terlaksananya pendidikan secara baik dan optimal, maka perlu terbentuknya sebuah aturan-aturan tertentu yang dapat berlaku di seluruh anak didik. Akan tetapi dalam kesehariannya, masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh santri. Agar manusia menjadi lebih sempurna dan bermartabat, maka ajaran islam sangat menekankan moral dan akhlak disetiap langkah kehidupannya, apa lagi seorang santri yang berada di lingkungan pesantren, sebab tanpa moral dan akhlak manusia akan sama derajatnya dengan hewan. Maka mulai dari sinilah seorang pendidik harus disiplin dan memilih hukuman bagi anak didiknya yang melanggar dengan hukuman yang tidak harus menekankan pada hukuman fisik atau kekerasan, sehingga seorang pendidik akan lebih berwibawa dan dihormati oleh anak didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hukuman non fisik terhadap pembentukan moral santri Al-Husna di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) hukuman non fisik, (2) pembentukan moral santri, (3) pengaruh hukuman non fisik terhadap pembentukan moral santri pondok pesantren Al-Husna di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan.Pengumpulan data dilakukan dengan obesrvasi partisipan, angket, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukuman non fisik tidak berpengaruh terhadap pembentukan moral santri Pondok Pesantren Al-Husna di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dibuktikan pada taraf signifikansi 5% < = = 0, 217 < 0, 413 sedangkan pada taraf signifikansi 1% < = = 0, 217 < 0, 526. tidak signifikan, baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Sebagai konsekuensinya hipotesis alternative atau hipotesis kerja (Ha) ditolak dan hipotesis nihil ( ) diterima.