DETAIL DOCUMENT
IMPLEMENTASI METODE TIKRAR PADA PROGRAM TAHFIDZUL QUR’AN SANTRI BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PONDOK PESANTREN KHOZINATUL ABROR DESA MAYANGKAWIS KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
SITI FEMI LISTIANA (STUDENT ID : 201655010104074)
M. Jauharul Ma’arif (LECTURER ID : 2128097201)
Subject
297 Agama Islam, Bab-isme dan keyakinan Bahai 
Datestamp
2022-12-01 02:21:34 
Abstract :
Menghafal Al-Qur?an menjadikan impian besar bagi kaum muslim. Namun, niat yang kuat terkadang tidak membuahkan hasil. Alasan tersebut tentu terdapat adanya beberapa faktor termasuk metode yang kurang tepat dan adanya keterbelakangan yang di miliki. Pondok Pesantren Khozinatul Abror desa Mayangkawis kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro telah membuktikan bahwa dengan mewadahi anak berkebutuhan khusus mampu melahirkan santri yang telah lulus karena khatam dalam menghafalkan al-Qur?an dengan metode yang sesuai. Metode ini dinamakan metode Tikrar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Metode Tikrar Santri Berkebutuhan Khusus di Pondok Pesantren Khozinatul Abror desa Mayangkawis kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro dengan mencakup sub bab berikut: gambaran pondok pesantren, keadaan hafalan santri, faktor pendukung dan penghambat serta implementasi metode tikrar yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisi data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti dalam mengikuti metode tikrar, teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori dan metode, ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu pengasuh Pondok Pesantren, Pengurus dan Santri Berkebutuhan Khusus Tunanetra yang mengikuti program tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwab: (1) mplementasi metode tikrar dalam menghafal AlQur?an di Pondok Pesantren Khozinatul Abror dilakukan dengan cara mengulang hafalan yang sudah dihafalkan kepada ustad. Metode ini dimaksudkan agar hafalan yang pernah dihafalkan oleh para santri bisa tetap terjaga dengan baik, selain mengulang hafalnnya bersama ustad, santri juga menghafalkannya dengan sendiri-sendiri dengan maksud untuk melancarkan hafalan yang telah dihafal sehingga tidak mudah lupa. (2)Keadaan hafalan santri cukup berbeda-beda. Ada yang sudah khatam, memulai dan proses khatam. Santri yang menghafal Al-Qur;an pada anak berkebutuhan khusus memiliki daya tangkap yang cendering cepat. Sehingga keadaan hafalannya cukup baik dan cepat selesai. Karena keterbelakangan yang ada, mereka harus menggunakan Al-Qur?an Braille dengan menerapkan metode yang telah ditentukan. (3)Faktor Penghambat: Hafalan menjadi lebih melekat dengan Metode Tikrar, Lebih istiqomah dalam membaca Al-Qur?an, Al-Qur?an dengan dua warna penanda menjadi hal tarik sendiri, Faktor Pendukung: Membutuhkan waktu yang lama dalam menghafal Al-Qur?an, karena sering mengulang, bagi yang tidak sabar akan membosankan, Belum lancar membaca Al-qur?an sehingga sukar menghafal 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri