Abstract :
Berdasarkan pembahasan teoritis dan empiris yang penulis kemukakan pada bab - bab terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Test formatif Agama Islam merupakan alat untuk mengetahui materi Agama Islam, setelah disampaikan oleh guru dalam bentuk program satuan pelajaran sesuai dengan tujuan instruksional khusus. Bentuk - bentuk test fonnatif Agama Islam seperti test lisan, test tulis dan test tindakan merupakan alat untuk mengetahui tingkatan pemahaman murid terhadap materi Agama Islam sesuai dengan program yang ditentukan. 2. Dengan adanya test formatif Agama Islam, maka timbullah peningktan motivasi belajar, dimana motivasi belajar terdiri dari motivasi intrinsik, yang meliputi adanya kebutuhan, adanya kemampuan sendiri, adanya aspirasi / cita - cita. Juga terdiri dari motivasi ektrinsik yang meliputi: ganjaran, hukuman, persaingan atau kompetisi. Penerapan test formatif materi Agama Islam pada siswa SDN Sendangharjo Kecarnatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro adalah dilaksanakan secara rutin dan teratur sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan kurikulum SD 1995 yang telah disempurnakan, yaitu dilaksanakan setiap kali pertemuan setelah selesai penyajian satuan pelajaran, masih dalam waktu alokasi pertemuan tersebut. 3. Penerapan test formatif materi Agama Islam dengan peningkatan motivasi belajar Agama Islam, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan test formatif berfungsi dalam peningkatan motivasi belajat Agama Islam. Dengan demikian test formatif materi Agama Islam sangat penting untuk diterapkan secara teratur dan konsekwen, sehingga dapat menjadi pendorong para siswa untuk lebih giat dalam belajar Agarna Islam demi keberhasilan studi dan peningkatan mutu para siswa.