Abstract :
Dalam paradigma baru, sekolah dituntut untuk mampu mengembangkan minat dan bakat khusus yang dimiliki oleh setiap anak didik sebagai tuntutan pendidikan berorientasi kecakapan hidup (life skills education), yang telah dipilih oleh sekolah masing-masing. Ditjen Perunum tahun 2002 merumuskan konsep life skills sebagai berikut: kecakapan personal (personal skills) yang mencakup kecakapan mengenal diri (self-awareness) dan kecakapan berpikir rasional (social skills), kecakapan sosial (social skills), kecakapan akademik (academic skills), dan kecakapan vokasional (vocational skills). Selain itu, karena sekolah juga merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai pencetak generasi yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup pada zamannya, maka menempatkan sistem sekolah sebagai mekanisme alokasi mempunyai pengaruh yang esensial. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penciptaan suasana sekolah yang menyenangkan, yang mampu mendorong kreativitas siswa secara berkelanjutan hendaknya segera diwujudkan. Namun demikian, karena berbagai pertimbangan, hal ini sulit mendapatkan tanggapan yang serius dari seluruh staf sekolah. Adapun untuk penelitian lapangan ini, populasinya adalah sejumlah siswa kelas IV-VI MI Darul Huda Trate Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Setelah dilakukan penelitian analisis statistik korelasi Product Moment, maka taraf signifikansi yaitu r = 0,634. Sedangkan taraf signifikansi menurut ketentuan tabel statistik korelasi Product Moment dengan responden 44 yaitu 1% - 0,384 dan taraf signifikansi 5% = 0,297. Dengan demikian, dapat terlihat bahwa terdapat pengaruh yang cukup tinggi antara variabel x dan variabel y.