Abstract :
Kondisi ideal pendidikaan Indonesia sebagaimanaa cita-cita kemerdekaan yaitu menjadi bangsa berkarakter dan cerdas. Namun dalam situasi riil adanya globalisasi membawa pengaruh pada tatanan sosial yakni munculnya keterkejutan pola baru (shock culture) dan fenomena delinkuensi yang diakibatkan kurangnya pengendalian diri memaknai hidup. Spiritual Quotient (kecerdasan spiritual) yaitu suatu potensi alamiyah pada manusia yang dengannya dapat memahami, mengendalikan, mengatur, menyelesaikan dan memaknai segala hal atas dasar kebijaksanaan, keteraturan hidup dan kebahagiaan hakiki. Delinkuensi merupakan perilaku atau tindakan menyalahi, melanggar, mengabaikan dan merusak tata nilai yang berlaku pada kelompok sosial yang dilakukan oleh individu pada rentang usia tertentu yaitu anak-anak sampai remaja. Secara umum, tujuan penelitian ini berguna mengungkapkan keseluruhan proses pendekatan SQ dalam upaya penanggulangan perilaku delinkuensi pada siswa di MTs. Islamiyah Temayang dan SMA Islam Temayang Bojonegoro, dengan fokus penelitian tentang: (1) Model pendekatan spiritual quotient (SQ) dalam menanggulangi delinkuensi, dan (2) Implementasi pendekatan spiritual quotient dalam menanggulangi delinkuensi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu dilakukan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung di lapangan, wawancara bebas mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan SQ efektif menanggulangi perilaku delinkuensi pada siswa. MTs. Islamiyah Temayang menerapkan model humanistik melalui kegiatan pembiasaan karakter religius di setiap proses pendidikan. Sedangkan SMA Islam Temayang menerapkan model behaviosristik dengan fokus pada layanan konseling Islam untuk mengubah perilaku siswa menjadi lebih positif. Kegiatan pembiasaan diimplementasikan seperti pada kegiatan sholat dhuha, furudhul ?ainiyah dan lalaran nadzam. Adapun konseling Islam diimplementasikan dengan menggunakan dua metode yaitu spiritual emotional freedom technique (SEFT) dan rational emotive behavior therapy (REBT) sebagai sarana terapi dan meditasi.