Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya penerapan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka dan semakin berkembangnya perubahan zaman. Oleh karena itu dengan adanya kurikulum merdeka dimanfaatkan dengan penanaman karakter yang tercantum pada kelima sila pancasila kepada setiap peserta didik melalui beberapa dimensi yang ada pada proyek penguatan profil pelajar pancasila khususnya tema suara demokrasi. Pelajar Pancasila mengidealkan generasi bangsa Indonesia yang mampu memahami, menghayati, dan melaksanakan nilai Pancasila dalam kehidupan yang berbhinneka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tema Suara Demokrasi, implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tema Suara Demokrasi dan faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tema Suara Demokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Perencanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan menentukan tema terlebih dahulu, kemudian menentukan dimensi, elemen, jenis kegiatan, pengkolaborasian mata pelajaran, dan penanggung jawab. (2) Implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila tema suara demokrasi melalui tiga tahapan, antara lain: perencanaan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. (3) Faktor pendukung proyek penguatan profil pelajar Pancasila tema suara demokrasi, segi internal meliputi: menjadikan karakter siswa lebih aktif, kreatif, inovatif dalam mengekspresikan dirinya, percaya diri dalam mengemukakan pendapat, melatih kepribadian untuk bermusyawarah, melatih kepemimpinan, dan antusias warga sekolah yang membara karena melakukan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Segi eksternal meliputi: penyediaan fasilitas yang memadai seperti WIFI. Terlebih itu terdapat faktor penghambat yaitu pengaruh kurikulum baru sehingga masih banyak sekolah yang belum menerapkan karena belum paham.