Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya remaja yang mengikuti organisasi IPNU-IPPNU ranting Sumberagung. Namun, seiring berjalanya waktu banyak anggota IPNU-IPPNU sering absen saat rutinan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kurang maksimalnya anggota baik IPNU maupun IPPNU. Rumusan masalah penelitian ini: bagaimana penanaman nilai-nilai Aswaja pada organisasi IPNU-IPPNU dalam meningkatkan semangat keagamaan remaja di desa Sumberagung Dander Bojonegoro, serta apa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penanaman nilai-nilai Aswaja pada organisasi IPNU-IPPNU dalam meningkatkan semangat keagamaan remaja di desa Sumberagung Dander Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam peneltian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data untuk memilih dan memfokuskan hal yang penting dan menghilangkan hal yang dianggap tidak perlu, tahap penyajian data untuk menyajikan data, gambar keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian, dan tahap kesimpulan ada dua kategori yakni kesimpulan sementara dan fleksibel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Metode penanaman nilai-nilai Aswaja ada dua metode, yaitu: Metode dakwah dan Metode pembiasaan. Salah satu program kerja IPNU-IPPNU yang menanamkan nilai-nilai Aswaja yaitu kegiatan rutinan Maulid Diba? dan tahlil. Pelaksanaan rutinannya yakni membaca Maulid Diba? sampai selesai baru setelah itu pembacaan tahlil kemudian baru kajian keAswajaan/Keagamaan yang di sampaikan oleh tokoh NU Sumberagung. Dalam mencapai tujuannya yaitu meningkatkan semangat keagamaan remaja yang menjadi anggota IPNU-IPPNU ialah dengan melalui kesadaran diri sendiri, melakukan tugas dengan baik, saling mengingatkan ketika ada yang melakukan kesalahan, baik sengaja ataupun tidak disengaja.