Abstract :
Anak memerlukan stimulasi yang tepat dan aktfitas menyenangkan, misalnya dengan bermain suatu permainan. Salah satunya permainan tradisional seperti permainan Suramanda/permainan engklek. Permainan ini dapat mensitimulus perkembangan anak salah satunya ialah menstimulus perkembangan kognitif anak. Untuk menambah tingkat kognitif anak salah satunya dipembelajaran bentuk-bentuk geometri, dengan mengkombinasikan bentuk-bentuk geometri pada permainan suramanda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan eksperimen one group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, intrumen penelitian, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Lokasi penelitian ini bertempat di dua lembaga yaitu TK PUWAB (Persatuan Usaha Wanita Bojonegoro) dan TK Bina Anaprasa Kecamatan Bojonegoro. Hasil penelitian pada tes awal pretest diperoleh dengan hasil 73,3% untuk kategori ?RENDAH? dan 26,7% untuk kategori ?SEDANG?. Pada tes akhir posttest diperoleh hasil 20% untuk kategori ?SEDANG? dan 80% untuk kategori ?TINGGI?. Untuk analisis data peneliti menggunakan SPSS 29. Hasil uji normalitas menggunakan uji Shapiro wilk diperoleh hasil sig <0,001, uji homogenitas menggunakan uji lavene diperoleh hasil sig 0,770, uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon, karena pada uji normalitas hasil tidak berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis didapatkan dengan nilai sig 0,001 <0,05. Maka dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan tradisional Suramanda berpengaruh terhadap perkembangan kognitif pada anak usia 5-6 tahun di Gugus 07 PKG PAUD Cahaya Mentari Kecamatan Bojonegoro.