Abstract :
Kesehatan merupakan keadaan seseorang yang sehat jasmani, rohani, dan sosial serta memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Adapun pelayanan kesehatan merupakan faktor yang dapat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus diwujudkan dalam pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, keinginan, dan kemampuan setiap orang untuk hidup sehat guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam hal ini, fasilitas kesehatan masyarakat mendukung terwujudnya warga negara Indonesia yang sehat. Penelitian ini menggunakan algoritma K-means untuk melakukan pengelompokan terhadap data fasilitas kesehatan di kecamatan yang ada di Bojonegoro. Hal ini bertujuan untuk mengatahui kecamatan mana yang fasilitas kesehatannya sedikit, sedang, dan banyak. Dari hasil perhitungan manual tersebut menghasilkan data kecamatan yang masuk cluster pertama (sedikit) adalah kecamatan Ngraho, Sugihwaras, Kalitidu, Malo, Purwosari, Padangan, Kasiman, Temayang, Trucuk, Sukosewu, dan Gayam. dan yang masuk dalam cluster kedua (sedang) adalah kecamatan Tambakrejo, Ngasem, Dander, Kedungadem, Kepohbaru, Baureno, Kanor, Sumberrejo, Balen, Kapas, dan Bojonegoro. Sedangkan untuk cluster ketiga (banyak) adalah kecamatan Ngambon, Bubulan, Margomulyo, Kedewan, Gondang, dan Sekar.