DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL HIDAYAH KATUR GAYAM BOJONEGORO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
Badhik, Muhammad
Subject
371 Sekolah dan aktivitasnya; pendidikan khusus 
Datestamp
2023-09-09 06:02:16 
Abstract :
Semangat belajar santri dalam mengikuti pembelajaran sangat rendah, kemampuan berpikir dan daya konsentrasi terbukti saat berlangsungnya proses pembelajaran santri lebih asyik bercerita sendiri kepada temannya dan tidak memperhatikan apa yang telah disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran belum menggunakan pembelajaran yang inovatif sehingga santri merasa bosan dan proses pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru, salah satu srategi yang digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran joyfull learning (pembelajaran menyenangkan/mengasyikan) supaya santri termotifasi dan semangat dalam pembelajaran Tujuan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui Penerapan Strategi Pembelajaran Joyfull Learning pada Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Diniyah Miftahul Hidayah Katur Gayam Bojonegoro. (2) Untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat penerapan strategi pembelajaran joyfull learning pada Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Diniyah Miftahul Hidayah Katur Gayam Bojonegoro, Jenis penelitian ini field research. Dengan pendekakatan penelitian kualitatif deskriptif, dengan mengambil sumber data dari informen, yaitu guru pelajaran fiqih dan santri kelas 4 ula. Adapun pengumpulan datanya melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya yaitu melakukan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan Strategi Pembelajaran Joyfull Learning pada Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Diniyah Miftahul Hidayah Katur Gayam Bojonegoro dilakukan dengan beberapa tahapan di antaranya adalah perncanaan yaitu guru mempersiapkan materi yang sudah disiapakan dalam setiap pertemuan, mencocokan materi yang sesuai dengan srategi pembelajaran yang tepat. Kemudian tahap pelaksanaan yaitu diawali dengan tahap pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Selanjutnya tahap terakhir evaluasi yang mencakup tiga aspek yaitu kognitif, efektif dan psikomotorik. (2) Faktor penghambatnya kurangnya persiapan santri seperti tidak membawa peralatan dan kitab. Adapun faktor pendukung atau pendorong yaitu fasilitas kitab yang memadai, mudah untuk diterapkan 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri