Abstract :
Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya kebijakan baru yang dicanangkan Menteri Nadiem Makarim yaitu Kurikulum Merdeka Belajar, yang ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik serta mewujudkan proses pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kompetensi lulusan. Kurikulum ini baru dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP), salah satu sekolah yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah SMPN 2 Sumberrejo. Dalam mengimplementasi Kurikulum Merdeka Belajar harus memperhatikan langkah-langkah yang diterapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan faktor pendukung maupun penghambat implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN 2 Sumberrejo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam proses analisa data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini dilakukan dengan tiga tahapan diantaranya perencanaan,pelaksaan, dan evaluasi. Dan untuk asesmen guru masih menggunakan asesmen tes tulis yang berupa multiple choise dan essay. (2) Faktor pendukung implementasi kurikulum merdeka di SMPN 2 Sumberrejo adalah skill guru dalam mengajar, respon positive dari peserta didik, dan sarana prasana. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber belajar (modul ajar), inovasi dan inspirasi guru kurang, dan pergaulan bebas (akhlak siswa).