Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
JULIANTI, PUTRI ATIKA
Subject
610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Datestamp
2023-09-09 05:18:05
Abstract :
Sirih (Piper betle L.) termasuk ke dalam golongan tanaman obat yang keberadaanya di Indonesia berlimpah yang tumbuh tidak tergantung pada musim dan mudah untuk dijumpai. Riset pendahuluan fitokimia dari daun sirih menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid dan fenolik beserta turunannya, terpenoid, steroid, saponin, tanin, alkaloid dan minyak atsiri yang dapat bekerja sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun sirih sebagai gel antiacne yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi dan stabilitas fisik sediaan serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode dalam penelitian ini adalah true experimental laboratory. Ekstrak daun sirih konsentrasi 20 % dengan daya hambat 21,1 mm diformulasikan menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi dari basis gel carbopol yang berbeda yaitu 0,5 % (F I), 1 % (F II) dan 2 % (F III). Evaluasi dan uji stabilitas fisik sediaan dilakukan penyimpanan selama 28 hari dan pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram (paper disk). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sirih dapat diformulasikan sebagai gel antiacne serta telah memenuhi persyaratan dalam evaluasi dan stabilitas fisik sediaan untuk parameter uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Namun, pada uji daya lekat hanya F III (2 %) saja yang memenuhi standar persyaratan. Sediaan gel antiacne ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Daya hambat terbaik terdapat pada F I (carbopol 0,5 %) dengan rerata 10,0 mm, kemudian F II (carbopol 1 %) dengan rerata 8,5 mm dan F III (carbopol 2 %) dengan rerata 7,3 mm