Abstract :
Penggunaan metode pembelajaran yang digunakan guru akan menunjang keberhasilah kemandirian bagi peserta didik dalam belajar serta menjadikan suasana yang aktif dalam memahami suatu materi pelajaran. Metode resitasi adalah metode penyajian bahan ajar dengan cara guru memberikan tugas kepada peserta didik dengan harapan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat saat mengajar seringkali membuat peserta didik sulit untuk mengingat kembali tentang materi di berikan oleh guru, kebanyakan guru sering memberikan pelajaran dengan metode pembelajaran ceramah. Dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, metode resitasi dapat menstimulasi kemandirian belajar peserta didik di MTs Bahrul Ulum Gayam Bojonegoro, dan metode ini mengandung salah satu prinsip terpenting dalam pendidikan yaitu ulangan dan latihan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara yang mendalam, observasi, dan dokumentasi informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan peserta didik MTs Bahrul Ulum Gayam Bojonegoro. Peneliti menggunakan teknik analisis data, meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Implementasi metode resitasi untuk menstimulasi kemandirian belajar peserta didik pada proses pembelajaran sejarah kebudayaan islam (ski) di MTs Bahrul Ulum Gayam Bojonegoro, melalui menyiapkan RPP, penyampaian materi singkat, pembentukan kelompok untuk tugas, presentasi dan penutupan materi SKI. (2) Faktor pendukung implementasi metode resitasi yakni: merangsang peserta didik dalam belajar individu atau kelompok, mengembangkan kemandirian belajar, membina tanggung jawab dan disiplin, mengembangkan kreatifitas belajar peserta didik. Sedangkan faktor penghambatnya yakni: peserta didik sulit dikontrol dan peserta didik kurang fokus.