Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Author
NADHIFAH, PUJI ANING NUR
Subject
610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Datestamp
2023-09-09 05:50:45
Abstract :
Nadhifah, Puji Aning Nur. 2023. Formulasi dan Uji Efektivitas Antipiretik Sediaan Teh Herbal Kombinasi Rimpang Sereh (Cymbopogon citratus) dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Skripsi Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Pembimbing Utama Nawafila Februyani, S.Si., M.Si, dan Pembimbing Pendamping Romadhiyana Kisno, S., S.Gz.,M.Biomed
Kata kunci : Rimpang sereh dan daun kemangi, teh herbal, antipiretik
Antipiretik adalah bahan obat yang bisa menurunkan suhu tubuh pada keadaan demam. Obat-obatan yang sering digunakan dalam mengatasi demam adalah paracetamol (Acetaminofen) dan ibuprofen, namun penggunaan obat antipiretik dalam waktu lama menyebabkan kerusakan pada ginjal, otak, liver (hepatotoksik), gangguan pada sistem pencernaan, mekanisme sistem pernapasan dan berdampak efek hematologi. Maka untuk mengurangi dampak negatif dari pengobatan tersebut didapat alternatif pengobatan demam adalah obat tradisional. Penelitian ini memanfaatkan rimpang sereh dan daun kemangi yang dibuat dalam bentuk sediaan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan kandungan senyawa metabolit sekunder sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum), mengetahui hasil evaluasi sediaan, serta mengetahui efektivitas antipiretiknya. Metode yang digunakan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder adalah uji skrining fitokimia, evaluasi sediaan yang dilakukan adalah uji organoleptis dan uji pH, serta metode untuk uji antipiretik yaitu menggunakan hewan mencit yang diberikan pepton sebagai penginduksi demamnya. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan teh herbal dibuat dalam 3 formulasi, memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan juga polifenol, hasil pH yang diperoleh yaitu 6 pada formulasi 1 dan 2, pada formulasi 3 yaitu 5. Hasil uji antipiretik sediaan teh herbal positif dapat menurunkan demam. Kesimpulannya adalah formulasi sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) dibuat dengan berbagai perbandingan yaitu F1 0,30:1,70, F2 1,70: 0,30, dan F3 1:1. Kandungan metabolit sekunder yang terkandung didalam sediaan tersebut adalah alkaloid, flavonoid, saponin, dan plifenol. Hasil evaluasi pada ketiga formulasi sama-sama memiliki rasa pedas khas dan berbentuk serbuk kasar. formulasi satu memiliki karakteristik warna hijau tua, dan bau khas daun kemangi. pH yang diperoleh pada formulasi 1 dan 2 adalah 6 sedangkan pada formulasi 3 adalah 5. Sediaan teh herbal kombinasi rimpang sereh (Cymbopogon citratus) dan daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kemampuan sebagai antipiretik, formulasi terbaik sebagai antipiretik terdapat pada formulasi satu.